Wakil Bupati Menghilang Tanpa Jejak, HMI: Sri Widodo Dzolimi Rakyat Lampura - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 20 Juli 2018

Wakil Bupati Menghilang Tanpa Jejak, HMI: Sri Widodo Dzolimi Rakyat Lampura


LampungDaily.Com | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bumi Lampung Utara mempertanyakan keberadaan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo pasca menjadi pelaksana tugas (Plt) bupati setempat.

Sejak di bebastugaskan dari plt bupati setempat sri widodo tidak pernah masuk kantor atau kelihatan ada di lampung utara.

"Menghilangnya wakil Bupati Sri Widodo seakan lepas dari tanggung jawab dan menyebabkan krisis kepemimpinan dalam pemerintahan di lampung utara, tentu ini merugikan pemerintah lampung utara dan masyarakat," ujar Ketua Umum HMI cabang kotabumi Exsadi, dalam rilisnya yang diterima redaksi, hari ini.

Menghilangnya wakil bupati dari tanggung jawabnya, kata ketua hmi, tentu menjadi pembicaraan serta diskusi oleh masyarakat lampung utara khususnya kader-kader HMI sebagai sosial kontrol.

Ini pertanyaan besar untuk masyarakat lampung utara, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Seyogyanya ini tidak dilakukan oleh figur publik di lampung utara, apabila hilangnya dengan motif kesengajaan sudah dipastikan beliau tidak mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan kepada seluruh masyarakat lampung utara," ujar Exsadi

Exsadi juga mengatakan tanggung jawab adalah nilai utama yang harus di jalankan oleh seorang pemimpin, tapi faktanya kali ini berbeda.

Seperti diketahui, pasca menjabat sebagai plt bupati selama 3 bulan dengan konflik yang sangat hebat yang terjadi di kabupaten tertua ini, menimbulkan efek ketidakmampuan membawa kabupaten tertua ini kondusif dan stabil.

Kini wakil bupati menghilang tanpa jejak, meninggalkan beragam permasalahan di bumi lampung utara yang kita cintai ini sebutnya.

Exsadi sangat menyayangkan sikap wakil bupati yang tidak dapat bertanggung jawab dengan posisi jabatan yang d amanahkan kepada beliau.

Dari hasil diskusi pengurus HMI cabang kotabumi meminta kepada bapak wakil bupati untuk menjadi seorang kesatria.

"Jika tidak mampu meneruskan dan menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat lebih bijak lagi tatkala bapak wakil bupati sriwidodo bisa mengundurkan diri dari jabatannya," tegasnya.

Ini sudah jelas memberikan contoh yang tidak benar dan tentu ini akan memicu konflik yang berkepanjangan d kabupaten tertua ini.

Pasalnya, lanjut Exsadi, gaji serta fasilitas yang masih di gunakan sedangkan kewajibannya sebagai pelayan rakyat tidak di penuhinya tentu akan menuai konflik menerima hak tanpa menunaikan kewajiban adalah dzolim dan ini menimpa rakyat Lampura, tegas ketua HMI kotabumi ini.

"Demi menjaga dan guna buat kestabilan pemerintah Lampung Utara wakil bupati harus bertanggung jawab sesuai dengan tupoksinya mengawal pemerintahan di Lampung Utara hingga berakhir masa jabatannya bukannya menghilang yang tentu akan memperkeruh suasana di lampung utara yang kita akui sebagai kota tertua," ujar exsadi.

Sumber : Rilis Humas HMI Lampura
Editor : Juaini Adami / Danank Alkatiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad