Header Ads

Kepala Dinas BPKAD Lampura Diserang Puluhan Orang, Bahu Dipukul dan Lehernya Dicekik


LampungDaily.Com | Kabar buruk datang dari Lampung Utara. Hari ini musibah mengerikan itu menimpa Kepala Dinas BPKAD Kabupaten Lampung Utara Bapak Desyadi, yang dikeroyok puluhan massa kontraktor yang menyeret nama Bendahara Keuangan PUPR.

Massa sekitar 20 hingga 30 orang dengan mengendaraai sepeda motor dan mobil itu, pagi tadi sekitar jam 9.20 WIB menyambangi kediaman Desyadi. Mereka mengintimidasi dengan membekap, memukul, memiting dan memupul bahu Desyadi. 

Diduga kedatangan mereka atas Perintah Plt Bupati Lampung Utara Sri Widodo untuk meminta tanda tangan pencairan Uang Muka Paket Proyek 2018 yang digelar beberapa waktu yang lalu.

Kepada Sinergy Media Group Desyadi menyatakan tak akan mundur selangkahpun guna memproses kasus ini. "Saya tidak takut intimidasi ala gaya premanisme semacam ini, yang saya takutkan adalah jika saya tak bisa menjaga amanah rakyat. Terlebih ini menyangkut uang negara," katanya, sesaat yang lalu.

Dengan Kejadian tersebut korban Desyadi telah melaporkan pelaku pengeroyokan dan penekanan penganiyaan kepada dirinya di POLRES Lampung Utara Dengan Nomor LP /759/B-1/VI/2018/POLDA LAMPUNG/SPKT Reskrim LU Tanggal 7/6/2018.

Dalam laporannya kepada polisi, korban menceritakan bahwa dirinya sedang duduk datanglah sekitar 20 sd 30 orang  bendahara PUPR Inisial (HI) dan membawa rombongan rekanan kontraktor, untuk meminta tanda tangan pencairan dana uang muka proyek 2018, atas perintah Plt Bupati Lampung Utara Sri Widodo, ucap dari (HI)," kata Desyadi.

Menurut Desyadi saat itu, "Kita belum dapat memikirkan itu, saat ini sedang proses pembayaran gaji dan THR PNS. Mendengar penjelasan Desyadi itu, dengan tiba-tiba tidak terimanya saya berkata demikian, serombongan massa yang datang dengan  secara bertahap karena ditelpon oleh seorang yang saat ini menjadi terlapor Inisial (Ag) DKK menyandra saya, kesannya lebih dari akan membunuh," jelas Desyadi.

Saat itu, Desyadi berupaya untuk menyelamatkan diri, untuk mencari tempat yang aman bersama sopirnya, tapi upaya itu gagal.

“Mobil saya tidak bisa lewat ada motor dan mobil menghalangi. Sekelompok orang lalu mendatangi mobil dan memukul mukul bodynya meminta dirinya untuk turun. Saya lalu keluar," katanya.

Mereka meminta saya untuk menandatangani berkas percairan uang muka proyek, imbuh Desyadi, Saya bilang belum bisa karena masih fokus untuk membayar gaji dan THR PNS. Mereka sebut ini perintah PLT Bupati Sri Widodo. Saya tegaskan belum siap untuk memproses pencairan itu. Saat itulah puluhan orang langsung mengamuk, ada yang memukul, mencekik leher dan ada yang memukul badan serta menendang tubuh saya.

"Kacamata saya jatuh, baju saya nyaris robek. Dan mereka memaksa untuk ikut dan membawa saya naik mobil, perasaan saya saat itu saya seperti akan dibunuh dan diculik dibawa ke suatu tempat, tapi saya berontak sedikit melakukan perlawanan hingga beberapa anggota Polres Lampung Utara datang,” kata Desyadi usai melakukan visum et refertum kepada awak media.

Atas Kejadian ini, lanjut Desyadi, tentunya saya tidak terima dan akan saya tuntut. Nyawapun saya taruhkan demi untuk kebenaran dihadapan hukum, yang sudah pasti saat sudah saya laporkan di Polres Lampung Utara.

Di tempat terpisah salah satu politikus Imam Suhada sangat mengecam tindakan Plt Bupati Sri widodo. "Baru ini orang no satu di Lampung Utara menggunakan jasa preman," katanya.

Imam menegaskan supaya jajaran Polres Lampung Utara segera mengusut tuntas kejadian ini, karena jangan sampai kejadian ini memggangu Pilkada Lampung Utara.

Secara terpisah Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana S.I.K yang di wakili Kasat Reskrim AKP SYAHRIAL saat di konfirmasi oleh media melalui via telepon selulernya, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Saat ini sedang akan kita proses lebih lanjut," tukasnya.

Jurnalis : Juaini Adami



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.