Sengketa Tanah Jabung, Warga Tolak Hasil Mediasi - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 12 Mei 2018

Sengketa Tanah Jabung, Warga Tolak Hasil Mediasi


LAMPUNGDAILY.COM | Konflik sengketa tanah yang terjadi di Desa Negara Batin Jabung, Lampung Timur sampai saat ini belum juga mereda. Sebaliknya, warga justru menolak hasil mediasi. Hal itu yang menyebabkan kasus ini terus berlanjut.

Seperti diwartakan sebelumnya, kasus sengketa tanah di danau gayaw dengan PT Austasia Stock Feed sempat menimbulkan kerusuhan massal pada beberapa waktu lalu.

Terakhir, Pemkab Lampung Timur dikabarkan telah berupaya untuk mencarikan solusi guna penyelesaian persoalan tersebut dengan mengundang warga dan perusahaan untuk duduk bersama dan bermusyawarah. Tetapi upaya  itu tetap belum menghasilkan titik temu penyelesainnya, karena warga dan perusahaan tetap bersikukuh pada pendirian mereka masing masing.

Menurut Iskandar, warga desa negara batin saat dihubungi via mobile menyampaikan dalam  pertemuan yang di fasilitasi oleh pemkab Lamtim itu, warga tetap bersikukuh menolak apa yang ditawarkan oleh pihak perusahaan kepada mereka, yang mana perusahaan menawarkan opsi penawaran  kepada warga diantaranya;   Perusahaan akan  memberikan tali asih kepada  warga. Selain itu, perusahaan juga akan mempertimbangkan masalah tuntutan mereka terhadap Kepala Desa setempat.

Namun apa yang disampaikan oleh perusahaan tersebut dengan tegas ditolak oleh warga.

"Kami warga menolak apa yang ditawarkan oleh perusahaan dalam pertemuan tersebut. Alasannya? Tanah tersebut adalah  milik warga  yang jauh sebelum perusahaan itu ada di desa ini, sedangkan warga dan ahli waris sudah puluhan tahun tinggal di desa ini," jelasnya saat dihubungi via mobile miliknya, hari ini. (12/5/2018).

Lebih lanjut, Iskandar menyatakan bahwa para pemilik tanah merasa belum pernah menjual hak milik mereka kepada pihak mana pun.

Informasi dilapangan melaporkan, dalam pertemuan antara pihak perusahaan dengan warga  pemilik tanah itu, nyaris diwarnai terjadinya  baku hantam antara warga dan pihak perusahaan.

Jurnalis : Herwan Toni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad