Header Ads

Rakyat Bicara : Kepolisian Harus Serius Tangani Dugaan mark-up ADD Dan ADP 2017


LampungDaily.Com | Dugaan mark-up dan penyimpangan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Anggaran Dana Pekon (ADP) ditahun 2017 pekon Sinar Mulya Kec. Banyumas kab. Pringsewu mulai tahap pemeriksaan kepolisian.

Tokoh masyarakat Kabupaten Pringsewu Suyudi kepada awak media selasa (29/05/2018) merasa geram atas ulah oknum kakon yang tidak transparan dalam pengelolaan ADD dan ADP sehingga aroma korupsi mulai terkuak dan yudi pun berharap agar kepolisian polres tanggamus bener bener serius tangani dugaan korupsi oknum kepala pekon sinar mulya.

" Aparat hukum melalui tipikor Polres Tanggamus informasinya sudah turun ke lapangan serta sudah memeriksa kakon dan para Kaur pekon sinar Mulya kecamatan Banyumas," ucapnya.

Imbuh yudi, sudah sejauh mana pemeriksaannya, saya yakin kepada aparat hukum pasti hasilnya dalam penyelidikan di lapangan akan menjadi bahan untuk kelanjutan penyidikan.

Bahkan menurut Suyudi juga, Kepala Pekon seharusnya bisa transparan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunannya pada masyarakat, bukan malah memanfaatkan dana anggaran negara hanya untuk memperkaya diri sendiri sementara bangunannya tak sesuai.

Selain itu juga Suyudi berpendapat bisa terjadinya banyak penyimpangan anggaran oleh kakon ini disebabkan karena minimnya pengawasan pada dana ADD dan ADP padahal saat pelaporan perangkat pekon tersebut diawasi oleh pihak Kecamatan, Dinas PMD bahkan Inspektorat, sementara menurut Suyudi jika membaca pada pemberitaan media sangat jelas mark up kakon Sinar mulya ini karena sudah dibuka secara jelas.

"Terjadinya penyimpangan pada dana ADD dan ADP karena minimnya pengawasan dari pihak Kecamatan, Dinas PMD dan Inspektorat," kata dia.

Di tempat terpisah, camat banyumas maudy mengatakan benar kalau kakon dan para Kaur sudah di periksa oleh inspektorat dan tipikor. "Kami sedang menunggu hasilnya seperti apa," imbuhnya.

Jurnalis : Nanang Siswanto

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.