Header Ads

Operasi Patuh Krakatau 2018 di Lampura, Pelanggaran Terbanyak Tak Gunakan Helm


Lampung Daily.Com| Operasi Patuh Krakatau tahun 2018 sudah sepekan berlangsung di wilayah hukum Polres Lampung Utara. Satuan Lalu Lintas telah melaksanakan razia dibeberapa titik di Lampung Utara maupun sekitarnya.

Dalam sepekan Satlantas Polres Lampung Utara telah menerbitkan 974 surat tilang kepada pengendara roda dua sebanyak 802 pelanggar dan pengendara roda empat sebanyak 172 pelanggar.

"Dari jumlah pelanggaran yang ditemukan di lapangan, didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memiliki surat-surat sebanyak 332 pelanggar dan tidak menggunakan helm sebanyak 219 pelanggar ," kata Kasat Lantas Polres Lampung Utara AKP Suprapto., SE., Jum'at (4/5/2018).

Kasat juga menuturkan, selama berjalannya kegiatan Operasi, Satlantas Polres Lampung Utara tidak hanya melakukan kegiatan penindakan atau represif, namun juga dengan meningkatkan kegiatan pencegahan dengan kegiatan preemtif atau preventif dengan melakukan edukasi, sosialisasi, imbauan kepada masyarakat.

Kita juga meningkatkan patroli di lokasi rawan macet dan kecelakaan seperti kampanye keselamatan berlalu lintas, membagikan brosur, hingga edukasi ditempat kepada pelanggar lalu lintas yang dibawah umur serta pemasangan spanduk himbauan, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk mengkampanyekan tertib berlalu lintas. Hal itu untuk menekan angka kecelakaan  dan pelanggar lalu lintas.

"Jadi, kita tidak hanya penindakan tilang saja, namun juga meningkatkan kegiatan kegiatan bersifat preemtif dan juga preventif yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," tegas Kasat Lantas Polres Lampung Utara AKP Suprapto, SE.

Jurnalis : Juaini Adami

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.