LIPAN Desak Pemkab Lampung Utara Segera Bayar Gaji Aparatur Desa - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 10 Mei 2018

LIPAN Desak Pemkab Lampung Utara Segera Bayar Gaji Aparatur Desa


LampungDaily.Com | Ketua LIPAN Gunadi mengkritisi buruknya kinerja pemerintahan Lampung Utara saat ini. Selain kurang peka terhadap problem yang dihadapi para aparatur desa dan kelapa desa yang berimbas pada aksi demo akbar kemarin, Gunadi juga menyoroti ada yang kurang beres terhadap sistem administrasi Pemkab.

Sebelum aksi demo kemarin, Gunadi sudah mengingatkan pada awal pertemuan di aula tapis Pemkab Lampung Utara yang di hadiri plt Bupati Sri Widodo, Sekdakab Lampung Utara, mantan Kabag Hukum dan plt kadis p2ka yang mengatakan soal dana tersebut akan di bayarkan selama dua bulan namun sampai sekarang dana tersebut belum di bayarkan.

Nah, dengan adanya goncangan aksi demo kemarin, maka LIPAN mendesak agar Pemkab segera menunaikan segera terhadap janjinya untuk membayar gaji apartur desa dan kepala desa yang terlambat berbulan-bulan.

Tak hanya itu, Gunadi juga meminta aparatur penegak hukum baik kejaksaan maupun polri seharusnya jangan tinggal diam di kemanakan dana tersebut? Usut segera!

"Dalam hal ini yang bertanggung jawab ialah plt sekdakab dan plt p2ka," tegas Gunadi kepada Lampung Daily, hari ini (10/5).

Gunadi mengancam apabila tidak ada realisasinya, maka LIPAN akan turun ke jalan bergabung dengan aparat desa.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan Kepala Desa dari 23 kecamatam di kotabumi Lampung Utara mengadakan unjuk rasa di pemkab lampung utara terkait gaji kepala desa dan aparatur desa tahun 2017 hingga 2018 yang belum terbayarkan.

Masalah gaji lebih dari 5 bulan yang belum dibayarkan memaksa para aparatur desa itu merangsek ke Gedung Kantor Bupati.

Jurnalis : Juaini Adami


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad