Diduga Ilegal, Adi Rasyid Minta Aparat TNI dan Polri Bubarkan Ormas KBTM Lampura - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 16 Mei 2018

Diduga Ilegal, Adi Rasyid Minta Aparat TNI dan Polri Bubarkan Ormas KBTM Lampura


LampungDaily.Com | Organisasi yang menamakan dirinya Paguyuban Keluarga Besar Tentara dan Masyarakat (KBTM) Lampung Utara diduga ilegal.

Penegasan itu disampaikan Adi Rasyid Ketua Forum Generasi Muda Cinta Tanah Air, hari ini (16/5) di Kota Bumi, Lampura.

Menurut Adi Rasyid, satu ormas yang membawa nama tentara nasional FKPPI dan Gema FKPPI tersebut, setelah di telusuri ke instansi berwenang diduga tak terdaftar.

Adi rasyid mengatakan paguyuban tersebut belum terdaftar di kesbangpol, jadi Adi rasyid dengan tegas mengatakan ORMAS KBTM cacat hukum.

"Apalagi ketua  KBTM yang notebene nya bermasalah, yang mengaku ngaku atas nama ketua KBTM Imam Hanafi seorang kabag di instansi pemerintahan dan tidak selayaknya seorang ASN aktif dengan menurunkan massa atau memimpin aksi massa.

Dengan tegas Adi rasyid menghimbau kepada seluruh masyarakat lampung utara supaya taat hukum dan bisa memahami aturan dalam ber-organisasi, apalagi KBTM menggunakan atribut loreng dan baret yang selayaknya seorang TNI.

Oleh karena itu, Adi meminta kepada pemerintah daerah, utamanya aparat TNI Polri agar bisa membubarkan organisasi tersebut karena akan menimbulkan konflik di masyarakat Lampung Utara.

Sementara kepada Imam Hanafi supaya bisa mentaati atau mempelajari aturan daripada organisasi tersebut, demikian Adi Rasyid.

Jurnalis : Juaini Adami




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad