Whatsapp Monev Lampung Berjaya Bocor ke Wartawan, Polmark Ancam Tinggalkan Arinal-Nunik - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 22 April 2018

Whatsapp Monev Lampung Berjaya Bocor ke Wartawan, Polmark Ancam Tinggalkan Arinal-Nunik


LampungDaily.Com | Heboh. Sejak Sabtu (21/4) konsultan politik Polmark Indonesia hengkang meninggalkan pasangan calon (Paslon) Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia. Ditengarai, pemodal yang menyokong paslon Nomor Urut 3 itu ingin membeli kemenangan. Polmark menolak politik uang dan segala bentuk pembodohan.

Dalam pesan Whatsapp yang beredar dikalangan wartawan, orang yang mengaku Sugianto, Koordinator Tim Monev Polmark Indonesia mengungkapkan, idealisme lembaga yang dipimpin Eep Saefulloh Fatah yang menjadikan pendidikan politik bagi masyarakat dikesampingkan oleh pemodal yang diduga mensponsori paslon yang diusung Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional itu.

Kata Sugianto, masih dalam pesan melalui jejaring Whatsapp, hak pemilih untuk mendapatkan pendidikan politik, dianggap pemodal merupakan pekerjaan yang sia-sia. "Tujuan utama pemodal berjuang dan harus menang.”

Sugianto menjelaskan, pemodal ingin membeli semuanya. Pemodal mengira Polmark Indonesia bisa dibeli. Polmark menolak adanya politik uang dan bentuk-bentuk pembodohan lainnya.

"Bagi Polmark ini bukan semata harga diri, melankan soal Indonesia,” ujar Koordinator Tim Monev Polmark Indonesia untuk Project Lampung Berjaya yang diketahui menjadi konsultan  Tim Pemenangan Arinal-Chusnunia.

Pesan itu menegaskan, Polmark Indonesia dan kita semua tidak pernah setuju dengan itu semua. Tapi sayangnya kita tidak memiliki uang. Mereka yang punya uang. Dan dengan uang yang dimiliki, mereka ingin membeli semuanya, termasuk Polmark Indonesia.

"Mereka mengira Polmark Indonesia bisa dibeli. Sayangnya tidak bisa. Polmark Indonesia tetap menolak politik uang dan bentuk-bentuk pembodohan lainnya,” ungkap Sugianto.

Lantas Sugianto meminta tim sosialisasi dan Monev Lampung Berjaya agar tidak lagi terjun ke kecamatan sasaran monev. Mulai besok kawan-kawan tidak wajib lagi mengunjungi kecamatan sasaran monev. Silahkan istirahat, sampai ada informasi lagi dari saya.”

Ketika dikonfirmasi tentang kebenaran pesan Whatsapp yang beredar, Sugianto heran: Loh kok bisa sampai ke anda, dapat dari mana pesan WA itu.”

Sugainto tidak membantah pesan yang beredar dikalangan wartawan. "Saya tidak punya kapasitas untuk menjawab. Silahkan tanya ke Project Manager,” ujar Sugianto.

Sementara Eep Saefulloh Fatah yang dihubungi melalui saluran terlponnya 08128038xxxx dalam kondisi offline.

(Sumber : RMOL)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad