Tindak Lanjuti Kasus CV Lezatku Food, Komisi 1 DPRD Pringsewu Koordinasi dengan Polisi - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 17 April 2018

Tindak Lanjuti Kasus CV Lezatku Food, Komisi 1 DPRD Pringsewu Koordinasi dengan Polisi


LampungDaily.Com | Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Pringsewu Nazarudin angkat bicara terkait CV. Lezatku Food yang gunakan tabung gas melon bersubsidi 3kg untuk produksi bakso dan Naget.

Saat ditemui diruang kerjanya Selasa (17/04/2018) Nazarudin akan kordinasi dengan pihak kepolisian apabila CV. Lezatku Food benar benar terbukti gunakan gas bersubsidi dalam usaha bisnisnya.

"Nanti  kroscek ke CV. Lezatku food , kita lihat apa yang dipakai selama ini kalau memang CV. Lezatku food memakai tabung melon bersubsidi kita akan kordinasi dengan pihak yang berwajib langkahnya seperti apa dalam peraturannya pun sudah jelas," tegasnya.

Dari pemberitaan sebelumnya Owner CV. Lezatku Food H. Sunarto tidak mengetahui perihal penggunaan tabung gas elpiji melon 3 kg bersubsidi di usaha bisnisnya sudah salahi aturan.

Terang Owner CV. Lezatku Food saat ditemui awak media di rumah kediamannya sekaligus kantor CV. Lezatku Food, Minggu (15/04/2018), H. Sunarto baru mengetahui dari pemberitaan awak media terkait tabung gas melon bersubsidi penggunaan sekala besar sudah melanggar Peraturan Mentri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM).

“Kalau saya tidak mengetahui dan saya belum tahu petunjuknya seperti apa tapi kita tidak gunakan secara maksimal,” katanya.

Perihal karyawan yang keluar dari ruang produksi dengan membawa tabung gas melon kosong Sunarto pun bantah kalau tabung itu untuk dapur umum disaat awak media bertanya apakah Sunarto bisa membuktikan kalau tabung bersubsidi itu digunakan untuk dapur umum.

“Dapur umum ada tapi tidak semuanya dapur Umum dan tabung itu tidak mutlak digunakan di dapur umum dan diproduksi tidak semua diproduksi jadi agen elpiji itu saat stok belum habis bingung karena barang baru mau datang lom habis stoknya jadi minta tolong kepada kami untuk menghabiskan dan dikosongkan untuk dikirimkan stok baru,” ujarnya.

Lanjut owner, tentang pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 Sunarto tidak mengetahui kalau gunakan tabung gas melon bersubsidi salahi aturan.

“Saya tidak tahu kalau itu menyalahi aturan jadi saya mohon petunjuk bagi pemerintah terkait dengan persoalan ini, saya siap untuk pembenahan karena kami masyarakat kecil yang tidak memahami undang undang,” tutupnya.

Dari pemberitaan sebelumnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV.Lezatku Food yang beralamat di Pekon Ambarawa Barat Kadus 3 kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung diduga menggunakan gas melon bersubsidi 3 kg.

CV. Lezatku Food yang memproduksi bakso dan naget itu sudah berdiri sejak lama dengan mempekerjakan kurang lebih 50 orang karyawan dan karyawati dalam menjalani usaha bisnisnya.

Dalam menjalani usaha bisnisnya, bahan bakar tabung melon 3 kg bersubsidi yang digunakan keseharian untuk produksi bakso dan naget.

Hasil investigasi awak media di lokasi CV. Lezatku Food, Jumat (13/04/2018) lalu, tampak jelas karyawan keluar dari dalam tempat produksi sedang mendorong tabung melon 3 kg yang sudah kosong untuk mengganti yang baru.

Diwaktu yang sama awak media berusaha untuk konfirmasi ke owner CV. Lezatku Food H. Sunarto, namun tak kunjung bisa ditemui.

Seperti tertuang dalam pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG juncto pasal 40 UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ancaman pidana dalam pasal 55 UU Migas adalah pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. Sedangkan ancaman pidana dalam pasal 40 UU UMKM adalah penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Jurnalis : Nanang Setiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad