Soal Dugaan Pungli PKH, Kapolsek Akan Lakukan Penelusuran - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 14 April 2018

Soal Dugaan Pungli PKH, Kapolsek Akan Lakukan Penelusuran


LampungDaily.Com | Dugaan Praktek pungli dana PKH Desa Suka Padang Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus gamblang terbuka. Kepala Dinas Sosial Rustam, berkilah dengan menyatakan bahwa pemotongan dana PKH itu ranahnya urusan antara warga PKH yang di pungut dengan oknum pemungutnya.

Sementara pihak Polsek Cukuh Balak, yang jelas mengetahui kejadian dugaan pungli tersebut sejak awal mencuat, baru akan melakukan penelusuran.

Diketahui, dalam pertemuan membahas mencuatnya berita dugaan pungli dana PKH, Dinas sosial bersama para pendamping dan pihak Polsek Cukuh Balak dan Camat Cukuh Balak, menggelar pertemuan bersama warga penerima PKH/narasumber, di balai Pekon Suka Padang, Jumat 13 April 2018.

Hadir juga Ketua LSM GMBI Distrik Tanggamus,  Tim DPC AJO Indonesia Tanggamus, dalam pertemuan sekaligus berikan dukungan moral terhadap para narasumber, antisipasi adanya perlakuan intervensi dan introgasi dari para oknum Polsek setempat, Kepala Pekon Amir H dan para pendamping PKH Kecamatan Cukuh Balak.

Dalam pertemuan, Kepala Pekon Suka Padang Amir Hamzah saat menyampaikan sambutan, terkutip dirinya mengecam adanya pemberitaan dugaan pungli PKH di Pekon yang di pimpinya. Amir Hamzah katakan, masalah pungli PKH itu sudah selesai dan tidak ada pungli.

“Masalah pungli PKH di pekon ini sudah selesai dan tidak ada pungli. Ibu-Ibu jangan takut, katakan apa adanya dan jangan percaya dengan berita bohong oleh media,”ungkapnya dengan nada lantang bercampur memendam amarah.

Dihadapan Kepala Dinas Sosial Rustam, Kapolsek Cukuh Balak R.Panggabean, Narasumber media, KR salah satu narasumber penerima PKH, membeberkan dengan membenarkan pungli dana PKH sudah berlangsung setiap kali tahap pencairan.

Dari pencarian Rp1,5 Juta dipotong sebesar Rp150 Ribu. Pencarian berikutnya di potong sebesar Rp50 Ribu dari total Rp350 Ribu. Untuk Ketua Kelompok I Nurlaelasari menarik potongan dana PKH sebesar Rp170 Ribu/KPM.

Terkait hal ini, Ketua kelompok 2 PKH Suka Padang, Sumiah, yang di duga melakukan pemotongan dana PKH, mengaku bahwa dana yang di potong dari warga penerima (KPM) PKH masih ditangannya dan belum di berikan kepada pendamping dan Kepala Pekon.

Pengakuan ini, berbeda dengan sebelumnya. Sumiah mengaku pemotongan  dana PKH disetorkan ke Pendamping PKH Linda dan Endang serta Kepala Pekon Amir Hamzah sebatas uang rokok.

Menarik kesimpulan, Kadis Sosial Rustam disaat keluar ruangan pertemuan, tidak memberikan komentar lebih banyak, apa lagi mengambil sikap tegas sebagaimana hasil pertemuan jelas terbuka, dugaan praktek pungli terjadi.

Rustam hanya mengatakan, masalah ini ranahnya antara warga PKH yang di pungut dengan yang memungut potongan. “Masalah ini ranahnya antara yang dipungli dan yang mungli,”kilahnya sambil berlalu pergi.

Sementara itu, Kapolsek Cukuh Balak Iptu R.Panggabean mengatakan, akan melakukan penelusuran atas hal tersebut.

Perlu di ketahui diberitakan sebelumnya, awal mencuat dugaan pungli dana PKH pada Desember 2017 lalu, Kapolsek Cukuh Balak bersama Kanit Intelnya hadir dalam pertemuan warga penerima PKH dan beberapa narasumber dan pendamping PKH.

Pertemuan berlangsung di Kediaman Kepala Pekon, ditengah pertemuan, warga penerima PKH (Sumber) yang tak lain merasa keberatan dipungut potongan, satu persatu di introgasi Kapolsek dan Kanit Intel layaknya pelaku kriminalitas.

Dari kejadian itu, warga penerima PKH awal berani menjadi drop dan syok, terlebih Kepala Pekon Amir Hamzah bersama perangkat pekon dan pendamping atur siasat, Kakon datangi warga penerima PKH satu persatu, mengarahkan untuk tidak memberikan informasi apapun kepada wartawan. Hingga akhirnya tinggalah 2 orang narasumber yang masih tegar dalam kesaksiannya atas dugaan praktek pungli terjadi.

Ketua LSM GMBI Tanggamus, Amroni, mengutuk keras kepada oknum pelaku pungli PKH. Pihaknya  berjanji akan selalu ada di barisan terdepan membawa kasus pungli ini sampai ke penegak hukum.

"Saya akan mendesak dan mengawal kasus ini sampai di proses oleh penegak hukum, haram dan penghianat bagi pejabat atau pihak lain yg akan 86-kan  kasus ini. Program PKH adalah program pemerintah pusat  untuk membantu masyarakat miskin yang harus di sukseskan, pungli ataupun korupsi tidak bisa di hilangkan minimal bisa di kurangi bila pelakunya di proses di depan hukum sesuai dengan UU, demi Tanggamus kedepan,” tegasnya.

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Azhimi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad