Header Ads

Innalillahi! Owner CV Lezatku Food Mengaku Tak Tahu Ada Larangan Menggunakan Gas Melon Bersubsidi 3 Kg


LampungDaily.Com | Innalillahi!, Owner Cv. Lezatku Food H. Sunarto menyatakan tidak mengetahui perihal penggunaan tabung gas elpiji melon 3kg bersubsidi di usaha bisnisnya  sudah salahi aturan.

Keterangan Owner CV. Lezatku Food itu disampaikan saat ditemui awak media kediamannya sekaligus kantor CV. lezatku food, minggu (15/04/2018), H.sunarto baru mengetahui dari pemberitaan awak media terkait tabung gas melon bersubsidi penggunaan sekala besar  sudah melanggar Peraturan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM). 

"Kalau saya  tidak mengetahui dan saya belum tahu petunjuknya seperti apa, tapi kita tidak gunakan secara maksimal." katanya.
Padahal, sesuai izin yang di miliki serta Sertifikat Halal MUI no. register 02010009580516 perusahaan ini telah memproduksi penganan produk olahan daging dan ikan sejak tanggal 4 Mei 2016. Artinya, kalau pernyataan Sunarto ini benar, maka hampir 3 tahun perusahaan ini tidak mendapatkan pembinaan, penyuluhan serta sosialisasi yang diatur undang-undang dari instansi terkait.

Perihal karyawan yang  keluar dari ruang produksi dengan membawa tabung gas melon kosong Sunarto pun bantah kalau tabung  itu untuk dapur umum. Namun di saat awak media bertanya apakah Sunarto bisa membuktikan kalau tabung bersubsidi itu digunakan untuk dapur umum, ia berkilah.

"Dapur umum ada, tapi tidak semuanya dapur Umum dan tabung itu tidak mutlak digunakan didapur umum dan  diproduksi tidak semua diproduksi, jadi agen elpiji itu saat stok belum habis bingung karena barang baru mau datang lom habis stoknya jadi minta tolong kepada kami untuk menghabiskan dan di kosongkan untuk dikirimkan stok baru,"

Lanjut owner, tentang pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 Sunarto tidak mengetahui kalau gunakan tabung gas melon bersubsidi salahi aturan.

"Saya tidak tau kalau itu menyalahi aturan, jadi saya  mohon petunjuk bagi pemerintah terkait dengan persoalan ini,  Saya siap untuk pembenahan karena kami masyarakat kecil yang tidak memahami undang undang," tutupnya.

Baca Juga: LANGGAR UU, CV LEZADKU FOOD DIDUGA MENGGUNAKAN GAS MELON BERSUBSIDI 3 KG

Seperti diberitakan sebelumnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV.Lezatku Food yang beralamat di Pekon Ambarawa Barat Kadus 3 kecamatan Ambarawa, kabupaten Pringsewu Lampung diduga menggunakan gas melon bersubsidi 3 kg.

CV. Lezatku Food yang memproduksi bakso dan naget itu  sudah berdiri sejak lama dengan mempekerjakan kurang lebih 50 orang karyawan dan karyawati dalam menjalani usaha bisnisnya.

Dalam menjalani usaha bisnisnya, bahan bakar tabung melon 3 kg bersubsidi yang digunakan keseharian untuk produksi bakso dan naget.

Hasil investigasi awak media dilokasi CV. Lezatku Food, pada jumat (13/04/2018) tampak jelas karyawan keluar dari dalam tempat produksi  sedang mendorong tabung melon 3kg yang sudah kosong untuk mengganti yang baru.

Diwaktu yang sama, awak media berusaha untuk konfirmasi ke owner Cv. Lezatku food H. Sunarto, namun tak kunjung bisa ditemui.

Seperti tertuang dalam pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG juncto pasal 40 UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ancaman pidana dalam pasal 55 UU Migas adalah pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. Sedangkan ancaman pidana dalam pasal 40 UU UMKM adalah penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Jurnalis : Nanang Setiawan



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.