Header Ads

Bappeda Tanggamus Rakernis Penanganan Kemiskinan 2018


LampungDaily.Com | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanggamus pagi tadi menggelar Rapat Kerja teknis (Rakernis) Mengenai Penanganan Kemiskinan Tahun 2018, di Hotel 21 Gisting, Kabupaten Tanggamus Lampung, Selasa (10/4).

Rapat tersebut melibatkan  Para Kepala Instansi BUMN/BUMD, Para Pimpinan Perusahaan  serta Camat Se Kabupaten Tanggamus.

Hadir Asisten  Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Ir. Karjiono, Kepala Bidang Perencanaan Pemerintah dan Pembangunan Manusia Pemprov Lampung Fitrianita Damhuri, A.S.STP,M.Si (Pemateri), dan Kepala Bappeda Tanggamus Hi.Hendra Wijaya Mega,S.T.,M.T.,M.M.

Dalam arahan Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin,MT., yang di wakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir.Karjiono menyampaikan  bahwa dari info terakhir Kabupaten Tanggamus tinggal 28 Desa lagi yang masih miskin keberadaannya yang sebelumnya terdapat  100 Desa/Pekon.

Demikian hal tersebut merupakan tanggung jawab dan pekerjaan kita bersama, Para OPD dengan program program  dan kegiatannya  serta Para Camat dengan ketersediaan dana yang ada di Desa Desa.

Dengan ketersedian dana desa dan dari dana bagi hasil seperti sekarang ini  yang jumlahnya mungkin ada yang lebih dari Satu Miliyar dan dengan Tiga komponen tersebut di tambah dengan dana dari Pemprov  untuk Desa yang masuk dalam program Gerbang Saburai, Beliau meyakini dengan banyaknya dana yang tercurah ke Desa Desa tersebut  mampu membantu untuk meningkatkan kemajuan dan kuwalitas Desa tersebut, Sehingga sumber sumber yang menjadikan Desa tersebut miskin dapat teratasi dan tidak ada lagi keberadaan Desa miskin dan tertinggal di Kabupaten Tanggamus, ungkapnya.

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Azhimi

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.