Header Ads

Usai Dicekoki Miras, Siswi SD di Gadingrejo Dicabuli


LampungDaily.Com | Lagi, insiden amoral terjadi di Lampung. Kali ini, Pelajar sebuah MTs di Kabupaten Pringsewu berinisial FR (17) ditangkap unit Reskrim Polsek Pringsewu Polres Tanggamus karena dilaporkan orang tua korban pencabulan. Mirisnya, korbannya berinisial AM (13) warga kecamatan Gadingrejo masih duduk dibangku kelas 6 SD.

"FR ditangkap pada Senin (5/3/18) setelah dilaporkan orang tua AG karena mencabuli anaknya di sebuah kost di Kecamatan Pringsewu," ungkap Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, SH. S.Ik. MM mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma JK, S.Ik. M.Si dalam keferensi pers kemarin.

Kapolsek menjelaskan bahwa awalnya pelaku dan korban berkenalan lewat media sosial, hingga pada tanggal 9 Februari 2018 korban pamit kepada orangtuanya untuk mengikuti les, namun korban tidak kunjung pulang ke rumahnya yang berada di Gadingrejo selama 7 hari.

"Korban ditemukan warga diareal Pendopo dan langsung diantar ke Mapolsek Pringsewu. Saat dimintai keterangan, korban mengaku telah dicabuli F disalah satu rumah kontrakan di Jalan KH Gholib, dan sebelum dicabuli korban terlebih dahulu dicekokin minuman keras (vigor) hingga mabuk," jelas Kompol Andik Purnomo Sigit.

Sebelumnya, pelaku sempat kabur selama 3 minggu hingga akhirnya ditangkap petugas dikediamannya di Kecamatan Pringsewu.

Dalam perkara tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian pelaku dan korban serta sebuah kasur.

"Atas ulahnya pelaku terancam dikenakan pasal 81 ayat 2 RI Undang Undang RI No 17 tahun 2016 perubahan kedua tentang Perlindungan Anak dengan hukumab penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara." katanya.

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Azhimi


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.