Terjadi di Mesuji! Anggota Dewan Dapat Jatah Beras Berkutu - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 28 Maret 2018

Terjadi di Mesuji! Anggota Dewan Dapat Jatah Beras Berkutu


LampungDaily.Com |
Heboh anggota dewan yang angkat bicara terkait pendistribusian beras di kalangan ASN Mesuji terus bergulir dan menjadi buah bibir. Pasalnya, sejumlah kebijaksanaan Pemkab Mesuji terkait hal ini belum ada penyelesaian yang jelas.

Lebih parah lagi, jatah beras yang diterima anggota dewan dalam kondisi hancur dan penuh dengan kutu. Hal itu diungkapkan anggota Dewan kepada awak media di ruang Kabag Risalah, pada Senin (26/3).

“Kita sharing saja, bahwa kondisi beras yang di terima anggota dewan itu kurang layak, mungkin lebih jelek dari raskin. Kalau sudah beras kondisi berkutu, jangankan dimakan untuk kita sedekahkan saja tak boleh, itu berdosa kita,” keluh Mego, wakil Ketua Komisi A dari PDIP seraya menjukkan beras kepada awak media. Saat itu hadir pula Kompol Hendriwansyah, Wakapolres Mesuji yang kebetulan turut menyaksikan sample jatah beras untuk anggota dewan.

Sebelumnya, Anggota DPRD Mesuji yang mengeluhkan penerimaan jatah beras dari Pemkab Mesuji yang diduga hancur dan berkutu seperti yang dikatakan oleh Ketua Komisi A dari Fraksi Golkar , Haryati Candralela, S.sos,. MM dan Wakil Ketua Komisi A dari Fraksi PDIP, Mego kepada Mesuji Post, Senin (26/03/2018).

Komisi B DPRD Kabupaten Mesuji, Supriyanto, SE, akan segera melakukan RDP dan OPD serta mencari tahu penyebab terjadinya permasalah kurangnya pendistribusian beras tersebut kepada masyarakat dan jatah beras yang diduga kurang baik kualitasnya serta berkutu kepada DPRD Mesuji yang dikeluhkan beberapa anggota DPRD tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp miliknya, Selasa (27/03/2018), kepada Mesujipost, Suprianto mengatakan " Oiya.. nanti komisi akan melakukan RDP dengan OPD terkait apa saja yang menjadi kendala, agar tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dimesuji dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, mulai dari ketersediaan gabah, kualitas dan proses penggilingannya, sehingga dapat dicarikan solusi konkrit terkait permasalahnan tersebut," ungkap Supriyanto.

Jurnalis : Chandra Foetra S.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad