Header Ads

Sengketa Tanah Jabung, Warga Dorong Penyelesaian Konflik Melalui Peradilan perdata


LampungDaily.Com |
Warga Desa Negara Batin  Jabung  Lamtim mendorong penyelesaian konflik sengketa tanah  antara warga dengan PT. Austasia Stockfeed  diselesaikan melalui jalur peradilan perdata.

Menurut warga, tanah yang menjadi sengketa adalah tanah warisan Kakek buyut mereka dan dikelola secara turun temurun.

“Kalau memang perusahaan mengklaim memiliki bukti sah kepemilikan silahkan melakukan upaya hukum ke Pengadilan, kami memang tidak memiliki sertifikat atas tanah itu.  Namun kami sudah menggarap jauh sebelum PT Austasia stockfeed ada,” kata Raden Sampurna Jaya M Nur (Ahmad Jengian) tokoh penyimbang adat setempat, saat berbincang bincang dengan beberapa awak media pasca terjadinya kerusuhan jabung (24/03/2018)lalu.

Sejarah penjualan tanah milik warga  terjadi pada tahun 1992, kata M Nur, tanah yang disengketakan itu dibeli oleh PT. Tipindo (Bakrie Corporation) seluas 300 hektar. Hasil dari pengukuran BPN saat itu tanah tersebut tercatat memiliki luas 237,18 hektar.

“Tetapi setelah dilakukan pengukuran ulang pada tahun 1993, tanah yang diukur menggelembung menjadi 425 hektar, berarti yang 188 hektar ini fiktif,” paparnya.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan, “Lebih aneh lagi, ada tiga orang yang tercatat sebagai penjual lahan itu,  ketiganya bukan juga warga Negara Batin Jabung,”.

Sementara itu, Ibrahim Efendi (Siwo) warga Negara Batin Jabung menilai konflik sengketa lahan antara warga dan PT. Austasia diduga  sudah banyak ditunggangi oleh kepentingan orang orang tertentu.

Kepolisian juga diduga  dinilai memihak PT. Austasia stockfeed dengan bukti adanya surat rekomendasi tahap II sengketa lahan itu, surat di tujukan kepada Kepala Kantor Pertanahan Nasional Lamtim, dikeluarkan oleh kepolisian Polres Lampung Timur dengan No R/2039/XI/2017 yang ditandatangai Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erliyanto.

“Kami minta agar kepolisian netral dalam masalah ini dan tidak mengkriminalisasi warga, selanjutnya kepada Pemerintah kabupaten Lampung Timur kami mohon mencabut izin PT Austasia stockfeed karena tidak ada manfaatnya bagi kami warga disini,” Ujarnya.

Puncak kemarahan warga terjadi Pada 17 Maret 2018 yang lalu, warga Desa Negara Batin Jabung mengamuk karena mendengar kepala Desanya ditahan oleh pihak kepolisian dengan tuduhan memalsukan Surat Keterangan Tanah (SKT).  Selain merusak Pos keamanan , warga juga membakar l unit motor serta 1 unit mobil. warga juga mengepung Mapolsek Jabung menuntut kepala Desanya Mansyur Syah untuk di bebaskan.

Emosi warga dapat diredam serta  reda setelah kepala Desa MansyurSyah di perkenankan berbicara dihadapan massa dan  meminta warga untuk tidak anarkis dan kembali ke rumah masing masing.

Jurnalis : Herwan Toni

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.