Sengketa Tanah Jabung, Ini Kata Bupati Lamtim - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 29 Maret 2018

Sengketa Tanah Jabung, Ini Kata Bupati Lamtim


LampungDaily.Com | Warga Negara Batin, Jabung,  Lampung Timur,  beberapa waktu lalu atau tepatnya pada hari sabtu (17/3/2018) mengamuk. Massa  mendatangi PT Austasia Stock feed dan Mapolsek Jabung. Saat berada di perusahaan Warga membakar 1 Unit motor, dan merusak pos Security pada Malam Minggu, 17 Maret 2018 yang lalu. Hal tersebut terjadi karena mendengar kepala desanya ditahan.

Penelusuran awak media dilapangan Saat ini, hanya ada satu sikap warga Negeri Batin Terhadap perusahaan yakni bekukan Izin Operasi PT Austasia Stockfeed.

Kepala Desa Negara Batin Mansyursyah mengatakan perusahaan tidak pernah menganggap masyarakat. “PT tidak ada pedulinya sama masyarakat,” katanya, hari ini. (29/3).

Menurut Iskandar, tidak ada lagi asas manfaat PT Austasia kepada mereka.Tidak ada pembangunan yang dirasakan warga.

“Permohonan kami dari masyarakat untuk Kepolisian, jangan kriminalisasi. Jangan diarahkan ke pidana, ini perdata. Untuk Pemerintah, cabut izin PT Austasia,” kata Ibrahim Efendi, menambahkan pernyataan sebelumnya.

Menanggapi situasi terkini di Jabung, Plt Bupati Lampung Zaiful Bokhari saat berbincang bincang dengan  awak media beberapa waktu lalu mengatakan, saat ini Pemkab Lamtim ingin membantu memfasilitasi perusahaan dan masyarakat.

“Lewat Pak Camat, masyarakat sudah meminta kita memfasilitasi,” katanya.

Mengenai SKT, Plt .Bupati Lamtim Zaiful Bokhari mengatakan, sudah dibatalkan oleh kepala desa. Namun, orang No 1 di jajaran Pemkab Lamtim tersebut  mengatakan, apakah lahan itu masuk atau di luar HGU, “Menurut keterangan yang kami peroleh, masuk dalam wilayah HGU,” katanya.

Namun Zaipul mengatakan dirinya mengakui belum pernah melihat HGU PT Austasia, karena terbit saat wilayah tersebut masih di bawah Lampung Tengah.

Soal jalan terbaik yang ditempuh, Plt Bupati mengharapkan musyawarah dan mufakat. Ia sepakat dengan warga memprosesnya secara perdata, bukan pidana.

“Kalau tidak bisa, harus diselesaikan secara hukum," pungkasnya.

Jurnalis : Herwan Toni


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad