Header Ads

Polisi Grebek Karaoke Ceker, Oknum Kepala Desa Asal Jabung Ikut Diciduk


LampungDaily.Com | Prestasi gemilang diraih Kepolisian Resort (Polres) Lampung Timur. Pasalnya, hari ini berhasil mengamankan 13 bungkus plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga narkoba jenis sabu, serta 5 bungkus plastik klip dari MY (21), Sabtu (03/03/2018) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Tak hanya itu, dalam suatu penggerebekan di tempat hiburan malam  Karaoke  Ceker,  Desa Karyatani Labuhan Maringai. Polisi juga mengendus adanya pengguna narkoba yang tergolong banyak, hingga akhirnya petugas  langsung mengadakan test urine kepada para pengunjung.

Dari tempat tersebut aparat diduga berhasil mengamankan beberapa orang  yang mana diantaranya adalah diduga adalah oknum kepala desa asal Kecamatan Jabung yang berinisial IU dan JH.

Saat dikonfirmasi perihal  tersebut, Kapolres Lampung Timur AKBP Yudi Chandra Erlianto  melalui Kabag Ops Kompol Ujang Supriyanto melalui  Whatshaap App Mesengger miliknya (3/3/2018) kurang lebih  pukul 15 .00 wib tadi membenarkan akan adanya penangkapan tersebut.

"Iya, yang bersangkutan sedang kita periksa, sementara Barang Bukti tidak ada," jelasnya.

Saat ditanya apakah penangkapan terhadap MY, terkait pengembangan dari hasil penggerebekan di Karaoke Ceker, Kabag ops  mengatakan hal tersebut tidak ada kaitannya, dan MY atas dasar informasi dari warga.

"Bukan,jadi nggak ada kaitan antara Lurah dan penangkapan yusuf," imbuhnya.

Namun ketika ditanya kembali  melalui Whatsapp App Mesengger miliknya apakah disaat melakukan penangkapan petugas langsung mengadakan test  urine di tempat, hingga berita ini dikirimkan (3/3/2018) Pukul 17.30.Wib  yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

(Niki Putune Sinten/ Red)

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.