Header Ads

Pilgub Lampung Makin Panas, WargaNet: 5 Tahun Janji Perbaiki Jalan Sampai Sekarang Cuma Dikasih Gula


LampungDaily.Com | Menjelang Pilkada serentak 2018, atmosfir politik di Lampung makin panas.  Gubernur Lampung Didik Suprayitno mengakui tensi yang tinggi itu wajar karena Provinsi Lampung terdapat tiga daerah pemilihan yang dilakukan secara serentak, yaitu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus dan Lampung Utara.

Oleh karena itu, Didik menghimbau agar  seluruh ASN  terus menjaga Netralitas. "Netralitas itu bagian penting yang terus saya tekankan. Semakin dekat dengan Pemilukada 27 Juli mendatang, situasi politik semakin panas,” kata  Didik di Ruang Rapat Kantor Badan Kesbangpol, Provinsi Lampung, kemarin.

Selain itu, Didik  juga minta kepada seluruh OPD di lingkungan Provinsi Lampung untuk terus berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu.

"Saya minta Kabag dan jajaran nanti tetap berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu baik formal maupun nonformal. Apalagi terkait dengan maraknya politik uang di setiap daerah menjelang pencoblosan. Balon yang memberi uang dalam jumlah besar itu yang biasanya dipilih oleh masyarakat. Tapi saya yakin, pemilih kita makin kesini semakin cerdas, bisa saja uang diambil tapi saat mencoblos tetap memilih yang dipilih menggunakan hati,” pungkasnya.

Tak hanya Gubernur, warga Lampung dan pegiat medsos kini pun ramai mengkritisi pejabat yang suka umbar janji. Baik itu di laman Facebook, Twitter dan instagram nyaris tak ada jeda sebagai wadah mencurahkan uneg-unegnya.

Mereka umumnya mengkritisi kandidat yang abai terhadap janji-janji kampanyenya selama ini.

"Inilah jln dri Metro ke sukadana dulu janji mau d perbaiki, smpe2 d kmpung ane tiap rumah dpet gula uda mau 5 thun menjabat gubernur ampe sekarang blun juga," keluh seorang netizen bernama Sapari Aby Tin dengan melampirkan beberapa foto yang diunggahnya dilaman facebook.

Jurnalis : Niki Putune Sinten


Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.