Header Ads

Malam Jahanam Terjadi di Lamteng, 4 ABG Bejad Gilir Pelajar Trimurjo


LampungDaily.Com | Prestasi gemilang diraih jajaran Polsek Trimurjo, Lampung Tengah. Pekan lalu polisi berhasil membekuk empat tersangka pencabulan anak di bawah umur.

Mereka yang berhasil ditangkap masing-masing berinitial WR (19), warga Jl. Kusuma, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro; TC (17), warga Bedeng 10, Kecamatan Trimurjo, Lamteng; serta saudara kembar AW (17) dan IW (17), warga Kelurahan Margorejo 16 C, Kecamatan Metro Barat, Kecamatan Kota Metro.

Kapolsek Trimurjo AKP Edi Susanto mewakili Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi menyatakan, keempat tersangka ditangkap atas laporan korban pencabulan dan keluarganya.

“Berdasarkan laporan korban dan keluarganya pada 19 Maret 2018. Setelah menerima laporan, kita langsung melakukan penyelidikan. Kita berhasil membekuk keempat tersangka pada Sabtu (24/3),” katanya.

Peristiwa pencabulan ini, kata Edi, terjadi pada Sabtu (17/3) sekitar pukul 22.00 WIB.  Dimalam jahanam itulah korban digarap bagaikan "piala bergilir".

“Malam Minggu kejadiannya. Awal mulanya, WR dan AW menjemput korban SM (16) di rumahnya, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Trimurjo. Kemudian SM diajak ke rumah M. Gilang Ramadan (17), rekan kedua tersangka yang sepi, di Kampung Notoharjo, Kecamatan Trimurjo,” katanya.

Selanjutnya, kata Edi, di rumah M. Gilang Ramadan, korban SM diberi minuman yang sudah dicampur obat tetes mata. “Setelah minum Sprite yang sudah dicampur obat tetes mata, korban SM merasa mengantuk. AW menyuruh korban tidur di kamar rumah M. Gilang Ramadan. Setelah diantarkan dalam kamar, AW menyuruh korban SM membuka pakaian. Korban sempat tidak mau, tapi dipaksa. Akhirnya korban dicabuli,” ujarnya.

Setelah selasai, kata Edi, giliran IW yang sudah ada di TKP menyetubuhi korban SM. “Giliran IW yang menyetubuhi korban SM. dilanjutkan WR menyetubuhi korban,” ungkapnya.

Edi melanjutkan, ketika rekan tersangka lainnya giliran ingin menyetubuhi korban ditolak. “TC mencoba mengajak korban berhubungan badan, tapi ditolak. Korban keluar kamar. Keesokan harinya Minggu (18/3) sekitar pukul 19.00 WIB, korban diantar pulang oleh AW ke rumah bibinya. Akhirnya, peristiwa ini dilaporkan kepada pihak Polsek Trimurjo,” ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian, kata Edi, dua minuman Sprite, satu botol obat tetes mata, dan celana dalam milik korban. “Sprite sisa minum, obat tetes mata, dan celana dalam korban. Keempat tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak,” tegasnya. (Rls /Foto Polres Lamteng).

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.