Lampung Segera Dijadikan Sebagai Lumbung Udang Nasional - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 29 Maret 2018

Lampung Segera Dijadikan Sebagai Lumbung Udang Nasional


LampungDaily.Com | Direncanakan Provinsi Lampung akan segera dijadikan sebagai lumbung udang nasional oleh Pemerintah Pusat. Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) mendukung sekali atas wacana pemerintah tersebut, untuk itu MAI juga akan merekomendasikan kepada pemerintah agar udang menjadi komoditas strategis prioritas nasional.

“Untuk Lampung memang adalah salah satu daerah yang sangat potensial sebagai lumbung udang nasional dengan pesaingnya seperti Provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Timur,” ujar Sekjen MAI Agung Sudaryono, Rabu (28/3).

Dan sebelumnya memang, dalam acara Sarasehan Nasional Bisnis dan Teknologi Komoditas Udang, pada Selasa (27/3) kemarin. Asosiasi Udang Indonesia (Audi) telah dibentuk. Dan dibentuknya Audi ini, bertujuan untuk menyatukan pelaku bisnis industri udang nasional dari hulu ke hilir.

“Yang terdiri atas off-farm hulu (pembenih, pentongkol, penyedia sarana produksi, produsen pakan), on-farm (produsen udang/petambak), dan off-farm hilir (industri pengolah/unit pengolahan ikan/eksportir),” jelasnya.

Dan, visi Audi sendiri adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen udang berkualitas terbesar di dunia, mengalahkan China, India, dan Vietnam, dengan target nilai ekspor di atas US$5 miliar.

“Saya menilai, asosiasi yang menyatukan pemangku kepentingan dari hulu ke hilir perlu dibentuk, sebagaimana sudah dilakukan pada industri sawit. Di Vietnam juga begitu sehingga menjadi maju,” kata dia.

Terpisah, Ketua Umum MAI Rokhmin Dahuri mengatakan Indonesia dengan garis pantai 95.185 km atau terpanjang kedua di dunia memiliki potensi lahan pesisir untuk tambak udang 3 juta hektare atau terluas di dunia.

“Ditambah dengan harga udang yang stabil, Indonesia seharusnya menjadi produsen dan eksportir udang budi daya terbesar di dunia. Kenyataannya saat ini Indonesia masih menempati posisi keempat di dunia setelah China, India, dan Vietnam,” terangnya.

Menurut data Mr. Dhilips & Friend, produksi India pada 2017 berkisar 430.000-620.000 ton, melesat ke urutan runner up setelah China. “Sementara, produksi Negeri Tirai Bambu 550.000-700.000 ton,” tandasnya. (sumber: bisnis.com)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad