Terungkap Dalam Sidang, Ternyata Area Lahan Hendy T. Haroen Bukan Milik PT. Silva Inhutani Lampung - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 13 Februari 2018

Terungkap Dalam Sidang, Ternyata Area Lahan Hendy T. Haroen Bukan Milik PT. Silva Inhutani Lampung


LampungDaily.ID | Pengadilan Negeri Manggala menggelar persidangan ditempat terkait gugatan lahan perkebunan kelapa sawit milik Hi. Hendy T. Haroen yang diakui oleh PT. Silva Inhutani Lampung seluas 400 ha di Dusun Pasir Jati, Kelurahan Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, (Senin, 12/02/18).

Persidangan ditempat dihadiri oleh Ketua Hakim Pengadilan Negeri Manggala Noor Ichwan Ichasria Adha, Kuasa Hukum dari PT. Silva Inhutani, dan Kuasa Hukum dari pemilik lahan Hi. Hendy T. Haroen atas nama Ir. Tonin Tachta Singarimbun, SH, serta TNI dan anggota kepolisian Polres Mesuji.

Dalam persidangan ditempat tersebut, dilakukan peninjauan wilayah area secara bersama-sama dan disaksikan kedua belah pihak beserta Ketua Pengadilan Negeri Manggala.

Selesai melakukan peninjauan wilayah secara bersama, Kuasa Hukum Hi. Hendy T. Haroen yaitu Ir. Tonin Tachta Singarimbun, SH kepada awak media mengatakan, " tadi kita melakukan pemeriksaan lahan secara bersama dan disaksikan oleh ketua Pengadilan Negeri Manggala, yang mana lahan tersebut milik Hj. Mustika reni dan Hi. Hendy T. Haroen seluas 400 ha yang sudah dikelola dari tahun 1995-1996 sampai sekarang yang diakui oleh PT. Silva Inhutani Lampung bahwa lahan tersebut adalah milik negara dan masuk ke dalam areal register 45, tapi belum pernah dibayar oleh negara, belum pernah juga dibayar oleh PT. Silva Inhutani Lampung, dan itu terungkap dalam persidangan perdata maupun persidangan peninjauan kembali (PK) terhadap menjadikan lahan ini ke dalam register 45," ungkap Tonin.

Jumlah keseluruhan lahan milik PT. Silva Inhutani Lampung sesuai dengan di peta itu luasnya 32.500-an, dan itu wilayahnya berada dibelakang lahan ini, pada saat ini menjadi 45000-an, itu  salah satunya masuk kemari, karena  pada jaman dulu mungkin kekuasaan lagi diatas, orang kecil ditindas, Nah, terjadilah seperti sekarang ini," imbuhnya.

Memang sangat memilukan juga ya, pada jaman sekarang masih bisa yang namanya institusi Kejaksaan Negeri Tulang Bawang itu ikut terlibat terhadap putusan pidana terhadap Hi. Hendy T. Haroen, maka dia berani pasang plang seperti yang disini dengan tulisan "bahwa tanah ini milik negara seluas 400 ha), kapan negara pernah membeli, apa cuma 400 ha, tadi kita lihat disana ada tanaman singkong, ada tanaman karet dan sebagainya dan semua itu diakui oleh PT. Silva Inhutani Lampung sendiri bahwa itu adalah milik masyarakat, terus bagaimana ceritanya lahan ini punya negara," katanya.

Selain hal tersebut, Ir. Tonin Tachta Singarimbun, SH menduga bahwa PT. Silva Inhutani Lampung mau menguasai lahan tanaman kelapa sawit milik Hi. Hendy T. Haroen seluas 400 ha yang sudah dikelola oleh Hi. Hendy T. Haroen dari tahun 1995-1996 sampai saat ini.

"Selain pasang plang yang bertuliskan tanah ini adalah milik negara seluas 400 ha, mereka memasang juga portal di wilayah ini, saya rasa kan ada pihak-pihak yang mau merampok tanah ini, sedangkan tanah ini jelas berada ditengah-tengah tanah milik masyarakat, kok bisa jadi tanah ini milik negara dan dimasukan ke tanah register 45, dan kenapa hanya Hi. Hendy T. Haroen saja yang dipidanakan, masyarakat yang tanam singkong atau tanaman lainnya tidak dipidanakan kalau memang tanah ini milik negara," tutupnya.

Terkait hal ini, Kepala Hakim Pengadilan Negeri Manggala, enggan untuk dimintai keterangan oleh awak media, ia hanya mengatakan, " tidak ada yang dibahas, ini bukan masalah menang atau kalahnya, hanya masalah perdata dan persidangan selanjutnya nanti dua minggu lagi tepatnya tanggal 26 Februari 2018 mendatang," ungkapnya seraya masuk  ke dalam mobil.

Jurnalis: Chandra Foetra S.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad