Header Ads

Puting Beliung Terjang Desa Pelindung Jaya, 1 Tewas dan 3 Rumah Hancur


PortalPilkada.ID | Hujan deras disertai dengan petir dan angin puting beliung kembali menerjang sebagian wilayah Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Desa Pelindung Jaya Kecamatan Gunung Pelindung sekitar pukul 18.30 WIB, Minggu (11/02/2018).

Berdasarkan infomasi sementara dilapangan bencana tersebut selain menyebabkan kerugian materi berupa tiga rumah hancur, juga menyebabkan korban jiwa atas nama Ahmad Riskin bin Ali warga setempat akibat tersambar petir.

Atas kejadian itu Bupati Lampung Timur, Chusnunia selain menyampaikan bela sungkawa juga memerintahkan jajarannya untuk dapat bertindak cepat dalam menangani kejadian tersebut.

“Kepada Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur saya perintahkan segera ambil langkah langkah secara cepat dan tepat guna meringankan dan membantu warga terdampak bencana," tegas orang nomor satu di Lampung Timur tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Tri Pranoto saat dihubungi via telepon menyampaikan, “sesuai arahan dan petunjuk dari ibu bupati, tim BPBD dan dinas sosial saat ini telah berada dilokasi terjadinya bencana. Dan saat ini kami juga sedang melakukan inventarisir berapa jumlah tepatnya warga terkena dampak musibah puting beliung itu, untuk kemudian kami turunkan bantuan berupa buffer stock”, jelasnya.

Terpisah, atas bencana tersebut Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari juga menyampaikan bela sungkawanya seraya mengingatkan agar warga tetap berhati hati atas kondisi cuaca ekstrim akhir akhir ini yang masih menyelimuti hampir sebagaian besar wilayah di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Lampung Timur.

Jurnalis : Herwan Toni



Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.