Buntut Penyimpangan Dana Dinas Pendidikan, Oknum Ketua DPC Forkorindo Tulang Bawang Ancam Aniaya Wartawan - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 10 Februari 2018

Buntut Penyimpangan Dana Dinas Pendidikan, Oknum Ketua DPC Forkorindo Tulang Bawang Ancam Aniaya Wartawan


LampungDaily.ID | Ketentuan pidana mengenai pengancaman diatur dalam Bab XXIII tentang Pemerasan dan Pengancaman Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”). Mengenai ancaman kekerasan diatur dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP. Dan tentang "Perbuatan Tidak Menyenangkan", diatur dengan Pasal 335 Ayat (1) Ke-1 tentang "Perbuatan Tidak Menyenangkan". Namun ketentuan hukum tersebut ternyata masih tidak membuat gentar para oknum pelaku pengancaman.

Kali ini yang menjadi pelaku pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan adalah Ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (LSM Forkorindo) Kabupaten Tulang Bawang, Alian Toni kepada wartawan jakartadaily.id, Sabtu(10/02/2018).

Berawal dari pemberitaan dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang tahun angaaran 2017 yang sempat menjadi viral dibeberapa media nasional beberapa waktu lalu, dan didalam pemberitaan tersebut dikatakan oleh Alian Toni selaku Ketua DPC LSM Forkorindo Kabupaten Tulang Bawang kepada jakartadaily.id yang mengatakan bahwan diduga Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 yang dikelola di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang ada penyelewengan dan ajang korupsi.

Diduga telah adanya kelarifikasi antara Dinas Pendidikan Dan Ketua DPC LSM Forkorindo Kabupaten Tulang Bawang, watawan jakartaDaily.ID mencoba mempertanyakan melalui pesan seluler kepada Alian Toni kelanjutan berita tersebut.

"Saya mau angkat lagi ya berita pendidikan tentang mengiming-ngimingi proyek baja ringan 1000 meter kepada LSM Forkorindo dan Media perihal pemberitaan dugaan penyelewengan dana DAK 2017," Ungkap wartawan jakartadaily.id kepada Alian Toni (Sabtu,10/02/18).

"Kalau begitu mau kmu angkat aja, brarti kamu sudah hebat," tulis Alian Toni melalui balasan pesan selulernya kepada media.

Seketika itu, Alian Toni pun mencoba misscall wartawan jakartadaily.id, dan pada saat wartawan menelpon kembali ternjadilah percekcokan antara kedua pihak. "Saya sudah ngk tahan lagi lewat tlpon sama kamu, pokoknya dimana tempat kamu ketemu saya, bawa pistol kamu, kamu bawa pisau kamu siapa yang mati duluan antara kita berdua, dan dengerin sama kamu janji saya ya, kalau saya ketemu kamu atau kamu ketemu saya, saya pecahin mulut kamu itu, kalau sampai tidak saya pecahin mulut kamu itu, kamu anjxxng kampangin anak dan bapak saya ya," ungkap Alian Toni mengancam wartawan jakartadaily.id.

Pokoknya kalau kamu memang merasa hebat dan mau angkat berita pendidikan itu, angkat saja, kamu ditantang sama Kalam (Kabid Sapras Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang), anjxxng kamu ya," Lanjut Alian Toni sembari menutup handphone-nya.

Dengan berita ini, diharap kepada pihak kepolisian Polres Tulang Bawang agar segera menindaklanjuti ancaman oknum Ketua DPC LSM Forkorindi Kabupaten Tulang Bawang atas nama Alian Toni yang telah melakukan pengancaman kekerasan lewat telpon seluler yang berhasil direkam oleh wartawan jakartadaily.id dan sudah tersebar kebeberapa grup kepolisian maupun organisasi jurnalist dan lembaga swadaya masyarakat.

Menanggapi hal ini, Pemimpin Redaksi JakartaDaily.Id Hadi Suprapto SH rencananya akan melaporkan oknum Ketua DPC LSM Forkorindo Kabupaten Tulang Bawang tersebut ke Polisi. Dia menilai ancaman ini sudah tidak dapat dibernarkan.

"Karena ini sudah masuk ranah hukum, maka kami akan proses melalui jalur hukum," katanya.

Menurutnya, Sesuai ketentuan Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers menegaskan penggunaan hak jawab bagi orang yang keberatan terhadap suatu pemberitaan. Jika hak jawab tidak digunakan, hal itu menunjukkan bahwa orang tersebut tidak merasa keberatan terhadap suatu pemberitaan.

”Di Indonesia jika tidak berkenan dengan suatu pemberitaan, maka pihak yang dirugikan bisa dilakukan dengan hak jawab dan itu sudah diatur dengan UU No 40/1999 tentang Pers. Penyelesaian dilakukan dengan hak koreksi dan hak jawab, bukan ancaman,” kata Bung Hadi.

Jurnalis : Chandra Foetra S.
Editor : Ummi Khalsum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad