Header Ads

Astaghfirullah, Dana DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Diduga Buat Saweran


SinarRakyat.Com | Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang heboh menjadi pembicaraan berbagai kalangan dan pemberitaan berbagai media. Hal tersebut diduga Dinas Pendidikan Tulang Bawang telah membagikan uang keberbagai oknum wartawan dan LSM sebagai keamanan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017 melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras) Dinas Pendidikan Tulang Bawang atas nama Kalam.

Dana Alokasi Khusus (DAK), adalah alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Pemerintahan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. DAK termasuk Dana Perimbangan, di samping Dana Alokasi Umum (DAU).

Namun hal tersebut sangat jauh berbeda dengan dana DAK yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Tulang Bawang. Dengan adanya pemotongan atau penyunatan dana alokasi khusus (DAK) tersebut, menghambat kerjaan pembangunan seperti contoh sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan dari Dana DAK di tahun 2017 lalu.

Menurut keterangan dari Ketua DPC LSM Forkorindo Kabupaten Tulang Bawang, Alian Toni dengan didampingi oleh Seketaris DPD LSM Forkorindo Provinsi Lampung, Hari Oktavia kepada lampungdaily.com (Selasa,09/18) mengatakan, "Saya sangat menyesal dengan adanya pemotongan atau penyutanan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Tulang Bawang. Hal itu terbukti dari berbagai narasumber yang bertanggung jawab, bahwa Dinas Pendidikan Tulang Bawang membagikan uang kepada sejumlah wartawan dan LSM melalui Kepala Dinas Pendidikan M.Firsada kepada Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras) Kalam, hal ini sangat transparan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Tulang Bawang untuk dijadikan ajang korupsi dengan meraup keuntungan baik secara pribadi maupun bersama-sama," ungkap Alian Toni.

Selain menyesalkan hal tersebut diatas, Alian Toni pun merasa miris dengan berbagai pengakuan Kepala Sekolah baik SD maupun SMP yang mendapatkan bantuan pembagunan Ruang Kelas Belajar atau Rehabilitasi Ruang Kelas Belajar yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Saya bersama tim Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (LSM Forkorindo) yang melakukan sosial kontrol ke sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan pembangunan ataupun Rehabilasi sekolah yang didanai dari DAK, mengeluh, beberapa kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya merasa tertekan dan mengeluh, bagaimana pekerjaan pembangunan ini bisa sesuai dengan spek tekhnis dan RAB, kalau dana yang kami dapatkan saja tidak 100% kami dapatkan karena ada potongan dari Dinas Pendidikan Tulang Bawang pak. Dan kalau sampai kerjaan kami tidak sesuai, kami yang disalahkan, sedangkan seperti material dan rangka baja yang ngesub dari Dinas Pendidikan, kami hanya mengerjakan saja," Ungkap beberapa Kepala Sekolah kepada LSM Forkorindo yang disampaikan Alian Toni selaku Ketua DPD LSM Fokorindo kepada LampungDaily.com.

Dengan adanya masalah terkait dugaan pemotongan dan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Tulang Bawang itu, imbuhnya, saya berharap kepada semua instansi yang terkait baik dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Tulang Bawang dan Pihak Kejaksaan Negeri Manggala serta para Aparat Penegak Hukum lainya agar dapat segera menindak lanjuti dan memberikan sanksi tegas kepada Oknum Dinas Pendidikan Tulang Bawang terkait Dugaan Penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017 yang diduga dijadikan ajang korupsi untuk mencari keuntungan baik secara pribadi maupun bersama-sama. Demikian Alian Toni.

Jurnalis : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.