Buntut Ditangkapnya Truk Susu Arinal, Nasdem: Niat Membeli Suara Rakyat dengan Susu Itu Kejahatan Demokrasi - LAMPUNG DAILY

Breaking News

Home Top Ad

Post Top Ad

Senin, 25 Desember 2017

Buntut Ditangkapnya Truk Susu Arinal, Nasdem: Niat Membeli Suara Rakyat dengan Susu Itu Kejahatan Demokrasi


LAMPUNGDAILY.COM | Ketua Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem DPW Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, meminta komesioner Bawaslu Lampung tidak menutup mata terkait tertangkapnya satu truk pengangkut susu dan banner bakal calon Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi di Seputihjaya Kecamatan Gunungsugih, lampung tengah.

Pihaknya sangat menyayangkan terkait diamankannya barang bukti tersebut di Polres Lampung Tengah. Menurut Wahrul, ada kejanggalan terkait diamankanya barang bukti tersebut.

“Kenapa harus di amankan di Polres Lampung Tengah? Harusnya Bawaslu Lampung langsung tangkap dan angkut ke Gudang Bawaslu. Polres Lampung Tengah bukan tempat penitipan susu," tegas Wahrul, Senin (25/12/2017).

Dirinya juga mengatakan bahwa susu dan beberapa banner sosialisasi salah satu bakal calon gubernur itu bukan barang bukti kejahatan tindak pidana warga Lampung Tengah. Melainkan barang bukti kejahatan moral demokrasi dengan niat membeli suara masyarakat.

"Dan saya pikir Pak Kapolres Lampung Tengah bisa minta paksa kepada Bawaslu untuk mengambil susu-susu dan alat peraga lainya jika memang Bawaslu tidak mau ambil," ujarnya.

Ia juga meminta Bawaslu Lampung jangan bermain di ranah normatif aturan. Yakni terakit belum masuk tahapan dan belum penetapan. Menurutnya harus ada diskresi. "Tinggal tanya supirnya siapa? Ngambil barang susu dan banner nya dari mana siapa yang perintah? Tidak mungkin susu itu dikirim dari langit," ujarnya.

Karena waktu sebelum penetapan ini justru sangat rentan dalam melakukan pelanggaran. "Bawalsu dialegtikanya harus jalan dan harus tajam, untuk cepat lapor Bawaslu pusat soal penambahan aturan yang mendesak ini. Karena ini jelas pelanggaran moral demokrasi. Jangan sampai masyarakat di bawah marah dan salah mengambil langkah," tutupnya.


Jurnalis : Agus Rahardja, Redaksi Sumatera





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Post Bottom Ad